Monday, August 30, 2010

Advanced 2D Morphing

Morphing (dari Metamorphosis) adalah satu visual effect yang sudah lama dan sering digunakan di Hollywood. Tahun 80 sampai 90-an sering digunakan morphing di film, iklan tv dan video klip. Saya belajar morphing tahun 1995 mengunakan PhotoMorph dan Elastic Reality. Morphing dulu terlalu basic. Mengganti gambar satu orang ke orang lain. Sekarang, technique morphing menjadi lebih dynamic seperti di satu iklan di indonesia tahun kemarin. Itu adalah kombinasi Digital Compositing, Warping dan Morphing.

Technique Digital Compositing digunakan seperti memasang rambut dari orang yang lain. Bisa kaca mata, topi dan apa saja. Itu membuat "Overlapping" supaya pertukaran gambar tidak sekalian semua. Bisa Rambut keluar dari kepala dulu sebelum mukha berganti atau "morph" ke mukha lain.

Technique Warping digunakan untuk mengontrol layer-layer seperti rambut yang di pasang di atas gambar aktor lain. Contoh nya, rambut bertumbuh dari kepala. Warping digunakan seperti "bending" layer rambut itu dari pendek sampai panjang.

Technique Morphing mengkombinasikan warping dan fade in/fade out gambar. Contoh, dari mukha besar menjadi kecil dan gambarnya berubah ke gambar lain secara fade in dan fade out.

Software yang dihunakan : After Effects
Plugin : Re:Vision Reflex
Gambar di atas di shoot menggunakan layar hijau supaya gampang dipotong yang aktor dari background nya.

TIPS : Morphing dengan background yang ada menghasilkan effect yang kurang bagus. Contoh nya, pemandangan atau orang lain di belakang aktor yang di morph. Background itu akan di bend juga secara automatis. Ambil gambar aktor dengan background chromakey (layar hijau, biru atau merah). Hapuskan yang chromakey di software supaya background di layer yang berbeda bisa digunakan.

Ada digital camera? foto pun boleh dipake. di hapus yang background dulu di Photoshop. Dikecilkan yang resolusi sebelum dimasukin di After Effects.